Kamis, 29 Juli 2010

Paskah & Tulah

Kel 12:26-27 Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah artinya ibadahmu ini? maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.

Rumah adalah keluarga, tempat kehidupan timbul dan bertumbuh. Rumah-rumah orang Israel, demikian juga rumah-rumah orang yang percaya kepada TUHAN, Allah semesta alam, adalah rumah yang berbeda dibandingkan dengan rumah lainnya. Bukan manusia yang membuat perbedaan itu, melainkan karena TUHAN yang menyatakan diri-Nya, dengan jelas memberi keselamatan pada rumah anak-anak-Nya sementara Ia menulahi rumah orang-orang fasik, tempat kediaman orang Mesir.

Setiap keluarga Israel harus mengingat hal ini, bahkan menjadi ibadah yang diteruskan turun temurun: bahwa Allah membedakan umat-Nya dari dunia. Peringatan ini ditunjukkan dalam korban Paskah, ketika Anak Domba mati bagi rumah-rumah Israel sedangkan di seluruh rumah lainnya di Mesir ada kematian anak sulung. Bagi orang Israel, anak domba berasal dari kawanan ternaknya, namun bagi pengikut Kristus, Sang Anak Domba adalah Tuhan Yesus Kristus. Namun hakekatnya ada keserupaan: di dalam pengorbanan, ada keselamatan yang diberikan dan ada perbedaan yang dinyatakan.

Jika kita berada di sebuah rumah di Mesir pada waktu itu, di mana kita hidup dengan cinta yang besar kepada pasangan, kepada anak-anak, dan juga seisi rumah lainnya – tidakkah kita mengharapkan keselamatan hadir di dalam rumah kita? Bagi kita ada dua pilihan: menjadi rumah umat Tuhan atau menjadi rumah Firaun, sang penguasa dunia. Anak-anak kita bertanya, "buat apa merayakan Paskah?" dan kita menjawab bahwa inilah bukti yang paling kuat dan keras dan mengguncangkan bahwa rumah kita berbeda dari rumah lain di dunia.

Mencintai bukan sekedar bersenang-senang, tetapi di dalamnya juga ada kehidupan dan pertumbuhan serta perlindungan. Mencintai adalah suatu komitmen dan pengorbanan, bahkan di saat kegelapan dan tekanan, di antara amarah Firaun dan kegemparan karena tulah yang menghajar dunia. Perhatikanlah: bukankah dunia kita sekarang ini juga mengalami tulah? Bertahanlah, bertekunlah, dan ingatlah bahwa TUHAN membedakan rumah kita, keluarga kita.

Terpujilah TUHAN!