Ef 6:1-3 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
Anak-anak harus taat pada orang tuanya. Itu kata-kata yang sering terdengar di seluruh dunia, terutama di Tiongkok, karena Kong Hu Cu menyebutkan bakti kepada orang tua adalah hal yang terutama dalam hidup. Namun, pernyataan itu baru membawa setengah dari kebenaran, itu tidak salah melainkan tidak lengkap. Firman Tuhan mengatakan keseluruhannya: taatilah orang tuamu di dalam Tuhan.
Pernyataan ini menegaskan dua hal. Yang pertama, posisi seorang anak adalah mentaati orang tuanya, demikianlah ia menghormati mereka. Banyak sekali pengajaran tentang "taat pada orang tua" dalam berbagai bangsa dan budaya, bahkan ada yang menyembah leluhur mereka seperti menyembah para dewa, dipercaya memberikan rejeki dan keberuntungan, kesehatan dan kesejahteraan. Ini adalah kebenaran yang dapat dipahami, karena perjalanan hidup seorang manusia dimulai dari kebergantungan kepada ibu dan ayahnya. Jika seorang anak tidak mentaati orang tuanya, bagaimana lagi ia dapat hidup terus di dunia?
Tetapi ketaatan itu sendiri tidak bisa dipergunakan dengan semena-mena oleh orang tua. Ada batas-batas yang didirikan Tuhan, yaitu prinsip Tuhan yang ditentukan bagi manusia. Orang tua tidak memiliki hak ditaati jika ia berada di luar batas-batas itu -- ketaatan hanya benar jika di dalam Tuhan. Jika orang tua menyuruh anaknya untuk mencuri, atau berbohong, atau melakukan kejahatan, maka haknya untuk ditaati menjadi hilang. Jika orang tua menyiksa anaknya, menjual anak perempuannya, memperalat mereka hanya untuk kepentingannya sendiri, maka haknya juga dapat hilang karena orang tua berada di luar prinsip Tuhan atas kebenaran, keadilan, dan kebaikan.
Kedua bagian ini merupakan suatu keharusan, baik bagi anak maupun bagi orang tua. Hubungan yang dibentuk adalah hubungan kasih dan hormat -- apapun situasinya, anak harus menghormati ayah dan ibunya. Dalam hal ini, yang perlu kita perhatikan adalah ada pemisahan kalimat antara taat dan hormat. Rasul Paulus tidak mengatakan, "taati dan hormati" orang tua, seperti yang banyak dikatakan orang dan diajarkan tradisi. Bagi kebanyakan orang, taat dan hormat kepada orang tua adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Tetapi, di sini ada kualifikasi yang berbeda.
Kita lihat, jika seorang tua keluar dari batas-batas prinsip Tuhan, maka haknya untuk ditaati akan hilang, namun haknya untuk dihormati tetap melekat padanya. Orang tua mungkin melakukan kesalahan perintah yang serius, dan dengan begitu ia tidak perlu ditaati oleh anak, namun bagaimanapun juga seorang anak harus menghormati orang tuanya. Tantangan yang jelas adalah: bagaimana menghormati orang tua yang sudah berbuat kesalahan?
Itulah prinsip hormat yang paling utama: hormat yang diberikan karena keberadaan, bukan karena perbuatan. Orang tua mungkin melakukan perbuatan yang bodoh, jahat, dan sangat tidak pantas -- namun seorang anak tetap menghormati karena ia bisa ada di dunia hanya melalui ayah dan ibunya. Seorang manusia tidak boleh menajiskan piring tempat makannya sendiri, apalagi mencemarkan orang-orang yang sudah mendatangkannya ke dunia!
Rasul Paulus memahami bahwa ini adalah perintah yang penting, harus dicermati, harus diikuti! Perintah ini membawa serta janji dari Tuhan: "supaya kamu berbahagia dan panjang umur di bumi" -- itulah rahasia kebahagiaan dan panjang umur. Orang yang menghormati asalnya, akan menerima kehidupan yang panjang dan berbahagia. Orang yang tidak menghormati orang tuanya, tidak menghormati kehidupan yang dimiliki, maka hidupnya pun tidak mungkin dapat berbahagia dan panjang. Sebenarnya, betapa hidup yang panjang dapat terasa sebagai kutukan jika tidak diisi oleh kebahagiaan!
Masalahnya, sekarang ini banyak orang yang tidak menghormati orang tua, sehingga juga tidak menghormati kehidupan yang dimilikinya. Kehidupan menjadi suatu beban, sampai disebut "hidup enggan, mati tak mau" -- dan itulah persisnya yang membuat orang jatuh dalam pencarian ilusi kenikmatan melalui narkoba dan aktivitas untuk melupakan diri. Banyak dari masalah ini dimulai dari hilangnya hormat kepada orang tua -- tidak jarang disebabkan oleh orang tua yang gagal bersikap benar. Hormat kepada orang tua tidak tergantung kepada orang tua; hal ini sepenuhnya tergantung pada anak untuk menghormati, tidak peduli seperti apapun orang tuanya.
Dan janji Tuhan tetap berlaku: bahagia dan panjang umur. Terpujilah TUHAN!
Salam kasih,
Donny
Senin, 02 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar