Flm 1:10-12 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--.
Paulus berada dalam tahanan. Dia didakwa dengan tuduhan yang tidak terbukti, tetapi karena orang-orang Yahudi bersepakat membunuhnya, Paulus lantas naik banding kepada Kaisar – menghabiskan waktunya di tempat tahanan tapi bukan dengan penjahat kejam. Di situlah ada Onesimus, anak muda itu. Bagaimanakah seorang anak muda dapat berada dalam sebuah tahanan? Tentunya dia telah melakukan sesuatu yang salah. Ia sudah merugikan tuannya, dalam sebuah perbuatan yang cukup untuk membuatnya ada di penjara.
Berapa banyak anak muda yang berbuat keliru, hingga harus dipenjara? Inilah hasil dari masa lalu yang suram, pendidikan yang salah, sehingga bertumbuh secara keliru. Inilah yang membuat seseorang menjadi tidak berguna, sampai disebut sampah masyarakat yang patut dibuang. Tetapi, kalau memang ukurannya adalah mengenai kegunaan, kita sendiri bisa melihat bahwa banyak orang muda yang tidak berguna, baik di jaman dahulu maupun saat ini. Mungkin mereka tidak sampai masuk penjara, tetapi juga tidak mengerjakan apa-apa yang berguna. Atau tidak sanggup mengerjakan sesuatu yang bermakna, apalagi di jaman seperti sekarang ini.
Kehidupan Onesimus sepertinya berakhir ketika ia masuk penjara, namun kehadiran Paulus di sana membuat seluruh hidupnya berubah. Prinsip ini berlaku dahulu, berlaku juga saat ini: kehidupan berubah ketika seseorang mendapatkan TUHAN dalam hidup, melalui orang-orang yang menjadi hamba-Nya. Pertemuan Onesimus dengan Paulus, walaupun dalam suasana penjara, telah menghidupkan anak muda ini, merubahnya menjadi baru. Dia bukan lagi orang yang tidak berguna; sebaliknya sekarang sangat berguna bagi Paulus, juga bagi Filemon.
Onesimus dapat kembali kepada Filemon – di waktu itu, untuk mengeluarkan seorang pelayan atau budak dari penjara dibutuhkan persetujuan tuannya. Saat seseorang sudah berubah menjadi baik dan berguna, ia tidak perlu lagi dipenjara. Ketika kita telah menemukan kebenaran dan mengalami perubahan dalam Kristus, jangan lagi membiarkan diri dipenjara oleh kehidupan lama. Ada banyak hal yang dapat dilakukan, termasuk membangun kembali hubungan-hubungan lama yang sempat rusak oleh kebodohan masa lalu. Ada pertobatan, juga ada pemulihan, jika kita telah dilahirkan kembali dalam Tuhan.
Bukan kita yang bisa, melainkan TUHAN membuat kita jadi berguna. Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar