Wah 21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
Kehidupan di bumi adalah pengulangan di bawah matahari. Adakah yang benar-benar baru? Selama manusia masih seperti ini, perjuangannya mungkin berbeda namun pengalamannya sama. Lihatlah sang calon ayah yang menunggu-nunggu. Sang ibu yang meregang nyeri berkontraksi. Manusia lahir dari air dan darah, menangis minta susu, dan setelah sekian puluh tahun berlalu akan meninggalkan raga yang renta dan rapuh. Apa bedanya orang miskin dan kaya? Apa bedanya orang baik dan jahat? Selama indra manusia masih begini saja, mampukah manusia menafsirkan pengalamannya dengan cara baru?
Banyak pengalaman manusia adalah pengulangan dari pengalaman orang lain di masa lalu. Hanya, manusia yang merindukan sesuatu yang baru selalu membuat perubahan, mencari tahu dan "menemukan" serta "menciptakan" – dan tahu-tahu manusia kini memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghancurkan dunia. Tentu saja, niat semula adalah untuk kebaikan, tapi bukankah yang dilahirkan adalah kejahatan? Ada hal baik yang timbul, namun kemudian kuasa dosa menunjukkan kekuatannya mendatangkan maut. Cukup satu orang gila bekerja, maka hal yang bagus untuk seluruh dunia itu menjadi monster kengerian! Tahu-tahu, hidup tidak jelas arahnya, tidak kelihatan ujungnya.
Apa artinya "Kehidupan Baru" bila akhirnya semua terulangi dan terperosok dalam spiral menurun yang menuju tempat gelap? Ada orang yang menunjukkan kesuksesan dalam sebuah masa, tetapi sejarah menunjukkan bahwa itupun akhirnya sia-sia. Siapa yang ingat dan tahu seperti apa kayanya dan suksesnya Raja Salomo di jaman purbakala? Itulah pelajaran sejarah! Apa arti dari usaha dan kemenangan manusia, kalau hari ini semua yang ada dahulu telah terlupa? Akhirnya, kebesaran masa lalu hanya menjadi miliknya ahli arkeologi, yang mengais-ngais debu mencari tanda.
Meskipun begitu, toh kita melihat bahwa masa lalu berbeda dengan masa kini. Renungkanlah dan ketahuilah, ternyata dunia tidak berjalan berputar. Pengalaman manusia bisa terulang, tetapi tidak pernah dalam situasi, dalam tempat yang sama. Memang bumi berputar mengelilingi matahari, tapi bumi tidak menempati ruang yang sama karena tata surya juga senantiasa bergerak mengelilingi galaksi. Apakah ada yang tahu seperti apa ujung akhirnya? Adakah yang putus asa? Sebaliknya, TUHAN sudah melihat ujung sejarah: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"
Itulah kehidupan baru yang sesungguhnya. Itulah perubahan besar yang terakhir. Itulah harapan kita. Itulah yang perlu diingat, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.
Sungguh, semuanya kelak akan menjadi baru.
Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar