Jumat, 05 Februari 2010

Berita Buruk

Neh 1:3-4 Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar." Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit…

Kadang-kadang, kehidupan seseorang berubah drastis karena berita, tepatnya suatu berita buruk. Ada orang yang mendengar berita buruk lantas tertunduk lesu, tidak mau melangkah, tidak memiliki lagi semangat. Orang lain lagi, seperti Nehemia, juga duduk menangis dan berkabung – tetapi berita buruk itu justru membangunkannya dari situasi yang sekarang. Berita buruk mengubahnya dari seorang yang hidup dalam kesenangan dan berperan penghibur di depan Raja. Bukankah Nehemia ini seorang juru minuman raja? Dia mengenal betul jenis-jenis anggur. Yang harum, yang manis, ada yang menghangatkan, ada yang memabukkan. Semuanya menyenangkan. Nehemia adalah orang yang menjadi sumber kesenangan.

Bagaimana seseorang bekerja sebagai juru minuman raja, kalau ia tidak terlatih dalam kesenangan-kesenangan? Hidupnya adalah menghindari kesusahan, sebaliknya belajar apa yang mengasyikkan orang, yang paling utama untuk jaman dahulu kala: anggur. Sejak jaman Nuh, inilah buah yang sarinya bisa memabukkan orang. Tetapi satu berita tentang Yerusalem, tentang kemelaratan yang menimpa sisa-sisa orang Yahudi yang bertahan, lebih keras dan menyakitkan daripada segala kesenangan anggur. Hanya, sebenarnya Nehemia memilih untuk menderita karena berita itu, betapapun sebenarnya ia baik-baik saja di istana. Inilah yang membuatnya berubah.

Berita itu sendiri tidak memiliki kuasa untuk mengubah orang. Nehemia mendengarnya, orang Yahudi lain juga mendengarnya. Tetapi di sini Nehemia yang benar-benar bereaksi, sampai berdoa dan berpuasa ke hadirat Allah semesta langit. Orang lain tidak bereaksi dengan cara yang sama, sampai mereka melihat kepemimpinan Nehemia, yang tadinya hanya juru minuman, menjadi Jendral yang siap berperang, yang memerintahkan membangun tembok sambil menyandang pedang! Apakah kita juga dapat bereaksi dengan cara yang sama ketika mendengar berita buruk?

Kebanyakan dari orang Kristen, rupanya, tidak bereaksi – selama berita itu tidak mempengaruhi kehidupan mereka sendiri. Adakah kita bersedia untuk berubah ketika mengetahui bahwa tanah air kita, bangsa kita, saudara-saudara kita, telah jatuh dalam kemelaratan dan kesusahan karena dosa? Apa yang timbul dalam hati ketika mendengar bahwa mereka sedang dalam proses merusakkan dan memiskinkan diri sendiri, dengan hidup yang tidak bertanggung jawab? Adakah yang berubah hidupnya, meninggalkan lingkungan penuh kesenangan dan kegembiraan, untuk diganti dengan ketegangan dan bersiap berperang melawan kuasa dosa?

Berita ini buruk. Berubahlah! Terpujilah TUHAN!

Tidak ada komentar: