Yer 1:17-19 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.
Yeremia adalah seorang keturunan imam di Anatot, di tanah Benyamin. Ia mendapatkan Firman dari TUHAN, artinya menjadi seorang nabi, sejak tahun ketigabelas pemerintahan Yosia. Ini adalah saat di mana penyembahan berhala telah meracuni Yehuda karena Manasye – kakek Yosia – sangat jahat, demikian pula dengan Amon, ayahnya. Yosia diangkat saat ia baru berusia delapan tahun, tetapi hidupnya justru berbalik kepada Allah, sehingga ia kembali mentaati Hukum Taurat, yang ditemukannya saat delapan belas tahun pemerintahan Yosia.
Bagi Yeremia, ia melihat kehidupan yang bobrok, yang jatuh dalam kekejian penyembahan berhala. Ia terlahir sebagai keturunan imam, tetapi ia sendiri tidak menjadi imam, karena memang tidak ada pekerjaan menyembah TUHAN; orang Yehuda melupakannya. Namun TUHAN telah menetapkan Yeremia sejak awal, bahkan sebelum ia dikandung ibunya, untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Ia tidak menjadi imam, melainkan menjadi pembawa Firman TUHAN mengenai Yehuda dan Yerusalem. Ia memberitakan kata-kata Ilahi yang tajam, yang tidak ingin didengar oleh orang baik raja maupun rakyat jelata.
Bagaimana jika kita mendapat tugas untuk memberitakan sesuatu yang tidak menyenangkan siapapun juga, walaupun berita itu benar? Dalam perkara ini, rasanya sukar untuk berkata-kata. Sungguh sukar untuk mengingatkan bahwa orang harus bertanggung jawab atas pilihannya, mereka harus bersiap menerima malapetaka akibat ketidak-pedulian dan kebodohan mengikuti allah-allah bisu dan mati, dengan meninggalkan Allah yang hidup. Siapa yang mau mendengar teguran? Entah raja atau pemuka, entah imam atau rakyat negeri akan marah dan memerangi Yeremia seorang, yang bicaranya benar dan jelas menyampaikan Firman.
Tidak ada manusia yang dapat menghadapi seluruh negeri, kecuali orang itu disertai oleh TUHAN. Maka Yeremia menjadi kuat, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga. Inilah orang yang disertai TUHAN untuk mengabarkan teguran-Nya! Sejak itu, kehidupan Yeremia tidak pernah lagi sama – sampai tiba datangnya hukuman TUHAN. Adakah kita juga siap untuk memberitakan kebenaran? Mungkin berita ini tidak menyenangkan, ditentang orang. Mereka tidak mau bertanggung jawab, tidak mau tahu tentang masa depan, karena masih terbenam dalam ketidak-pedulian dan kebodohan. Mereka tidak mau sungguh-sungguh mengikuti TUHAN, mereka mengabaikan keluarga dan bahkan melalaikan usaha untuk hidupnya sendiri di masa depan! Marilah kita berdiri dan mengingatkan, seperti Yeremia lakukan. Jika kita tidak sanggup, ingatlah bahwa TUHAN menyertai kita untuk melepaskan kita, demikianlah firman TUHAN.
Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar