Kamis, 04 Februari 2010

Tanggung Jawab Peranan

Est 2:17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

Hadasa sejak kecil diasuh oleh Mordekhai, masih tergolong sepupunya sendiri, karena ia tidak lagi beribu bapa. Gadis kecil yang cantik ini mengikuti Mordekhai dalam kehidupan yang keras di benteng Susan. Mereka adalah bagian dari komunitas Ibrani yang tidak suka membaur, yang punya kebiasaan hidup berbeda dari bangsa lainnya. Orang Yahudi ini dibenci Hamman, yang berikhtiar untuk membinasakan mereka semua dalam sebuah pembersihan bangsa. Kita sekarang mengenal tindakan keji ini dengan istilah genosida.

Gadis yang cantik membawa berkah dan kutukan – diinginkan sekaligus dimangsa; bagi Hadasa keadaannya tidak mudah. Ketika ia diambil dari Mordekhai dan menjadi Ester, kehidupannya berubah. Sebagai Ester, ia mendapatkan kasih dari baginda raja yang berkuasa dari India sampai Etiophia – raja diraja yang disembah seperti dewa. Ia lebih disayangi lebih daripada semua anak dara lain, betapapun mereka telah bersolek selama 12 bulan penuh, dengan segala minyak dan wewangian serta semua pelajaran tentang bagaimana menyenangkan raja. Ester menjadi kekasih pilihan, menerima mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan menjadi ratu.

Hadasa adalah gadis Yahudi yang bersembunyi. Ester adalah ratu pendamping raja segala bangsa. Tetapi ini adalah orang yang sama, yang mendapatkan semua keistimewaan itu karena TUHAN mengaruniakannya. Bukankah kecantikan adalah karunia dari TUHAN? Bukankah kasih raja Ahasyweros juga ditimbulkan oleh TUHAN, karena sesungguhnya raja ini pun manusia biasa? Hadasa alias Ester tidak melakukan sesuatu, tidak memilih jalannya, tetapi ia harus berperan dan bertanggung jawab untuk menjalankan perannya. Inilah satu bagian yang penting dalam kehidupan orang Israel, maka sampai hari ini pun mereka merayakan hari raya Purim.

Bagaimana dengan kita, yang juga telah menerima anugerah TUHAN? Kita tidak memilih di mana kita dilahirkan, atau seperti apa rupa kita, seperti apa kepandaian kita. Ada yang terlahir pandai, ada yang kuat, ada yang cantik atau tampan, atau buruk rupa. Ada yang lahir di keluarga raja, ada yang lahir di rumah pengusaha, ada juga yang lahir di gubuk jelata. Di manapun juga, ada peran yang diberikan. Apakah kita bertanggung jawab untuk menerima peran tersebut, seperti Ester yang dikasihi raja dan menerima mahkota serta kuasa? Ketika kesempatan itu datang, bertanggung jawablah. Berikan apa yang terbaik, walaupun masa lalu penuh kesulitan dan masa depan diisi rasa kesepian; mungkin TUHAN sedang menaruh kita untuk menyelamatkan bangsa.

Terimalah peran itu! Terpujilah TUHAN!

Tidak ada komentar: