Dan 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
Serbuan orang Kasdim bukanlah hal yang remeh atau begitu saja; itulah penyerbuan yang dahsyat, mengerikan, dan penuh kekejaman. Mereka datang dan menghancurkan, membunuh, merampas, memperkosa, serta melakukan apa saja sekehendak hati. Betapa orang-orang Yehuda gemetar dan menggigil ketakutan di tengah amukan yang merampas semua kesenangan dan ketenangan – habis sudah hari-hari yang santai dan seenaknya itu. Mereka semula masih berpegang pada 'nubuat' para nabi yang menyatakan bahwa TUHAN akan melindungi, segala sesuatu akan aman sentosa dalam lindungan-Nya – betapapun orang Yehuda membiarkan saja penyembahan berhala terjadi di sana sini yang merupakan perzinahan keji melawan Allah. Siapa yang dapat menahan murka Allah, yang datang bagai api yang menghanguskan?
Dalam keadaan hancur, tidak semua orang diperlakukan sama. Mereka yang muda, yang belum cukup umur untuk berperang, serta yang berlatar belakang bangsawan dan anak-anak istana – yaitu orang-orang muda yang sejak kecil telah menerima pendidikan, diambil untuk dididik dalam lingkungan istana Babel. Ini adalah cara yang cerdik untuk membuat agar seluruh negara taklukan tidak berontak, karena setiap bangsa mempunyai 'wakil' mereka di sana. Sebagai orang taklukan, banyak yang melihat bahwa inilah kesempatan untuk meneruskan masa depan. Bagi anak-anak muda dari taklukan itu, kerajaan mereka dahulu sudah hancur, kini mereka berlomba-lomba mengabdi pada Kerajaan Babilonia yang perkasa. Kalau dahulu masih menyembah Allah, kini mereka menyembah apa saja yang diagungkan oleh Nebukadnezar.
Berapa banyak yang seperti demikian, ketika semua yang terlihat baik, keluarga dan orang tua baik, tiba-tiba dihancurkan oleh kekuatan-kekuatan ekonomi yang tidak disangka-sangka? Mendadak saja, orang harus belajar sistem keuangan. Orang dituntut harus mengikuti 'aturan main' dari Babel modern, yang penuh persaingan dan tidak jarang saling menghancurkan. Yang muda kini berlomba-lomba belajar manajemen baru, di dalam prosesnya mengabaikan semua kebijaksanaan lama, melupakan iman dan Firman Tuhan. Pada pokoknya, orang kuatir kalah pandai, kalah pengetahuan mengenai segala hal yang dibutuhkan untuk maju ke depan. Tapi, tidak demikian dengan Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya. Mereka tidak tunduk pada persaingan, tidak perlu menuruti jalan orang-orang lain yang menajiskan diri.
Keempat orang muda itu bukan kuat, bukan lebih pintar daripada orang muda lainnya. Tetapi mereka mendapatkan pengetahuan dan kepandaian dari Allah – itulah yang selamanya mengubah kehidupan mereka, orang-orang muda yang sebelumnya biasa-biasa saja di istana Israel hingga menjadi pembesar di Babel. Orang berpikir bahwa harusnya mengikuti jalan dunia dengan segala kenajisannya untuk maju, tapi keempat anak muda ini memperlihatkan bahwa TUHAN memberi kesanggupan lebih dahsyat daripada yang bisa diberikan oleh dunia. Kepada siapakah kita bergantung untuk mendapatkan pengetahuan dan kepandaian? Siapakah yang bisa mengajarkan tentang penglihatan dan mimpi; sesuatu yang sampai sekarang merupakan misteri? Hanya TUHAN!
Mintalah HIKMAT kepada Tuhan, yang memberikannya dengan cuma-cuma! Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar