Kis 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Menjadi murid Kristus dimulai dengan pengalaman. Para rasul mengalami perjumpaan dan kebersamaan, dari kehidupan seorang nelayan atau pemungut cukai menjadi saksi dari kehadiran Yesus. Itu adalah pengalaman yang luar biasa, di mana segala tanda dan mujizat mereka lihat, di mana semua pengajaran yang penuh kuasa mereka dengarkan. Dalam satu hal, pengalaman itu membuka pikiran dan wawasan orang-orang yang biasa-biasa saja ini, sampai muncul pengakuan bahwa Yesus adalah Kristus, yaitu Mesias – orang yang diurapi Allah.
Tetapi dalam hal lain, mereka tetap hadir sebagai saksi. Menjadi saksi adalah seperti menjadi penonton di pinggir lapangan, yang tidak turut ambil bagian dalam pertandingannya. Mereka melihat dan mendengar, tentunya mereka terus menerus membicarakan semua pengalaman tentang Yesus – namun bukan bagian dari Yesus. Ini menjadi hal yang serupa dengan banyak orang Kristen, sampai saat ini juga, bukan? Kita juga memulai dari pengalaman – entah kita melihat tanda dan mujizat, atau mendengar pengajaran yang penuh kuasa dan membuka pikiran dan wawasan. Kita kemudian mengambil keputusan untuk mempercayainya, namun tidak ambil bagian di dalamnya.
Keputusan untuk mempercayai adalah hak dari setiap manusia, yang tidak pernah dipaksakan oleh Tuhan. Namun apakah manusia itu akan masuk ke dalam pekerjaan Tuhan, itu adalah hak-Nya sendiri yang tidak bisa dipaksa oleh manusia. Yang membedakan adalah Roh Kudus, seperti yang terjadi di hari Pentakosta dan mulai saat itu mengubah seluruh kehidupan Para Rasul secara total. Roh Kudus memenuhi orang-orang pilihan Tuhan dan memberikan karunia – anugerah kemampuan untuk mengikuti pertandingan. Dari hanya sekedar penonton, Para Rasul sejak saat itu menjadi pelaku yang memberikan tanda yaitu berkata-kata dalam bahasa lain.
Renungkanlah: seperti apa kekristenan yang kita miliki? Apakah kita hanya menjadi penonton, yang rajin datang ke kebaktian setiap minggu, yang komunitas dan pergaulannya adalah sesama orang Kristen, dan yang sesekali aktif dalam berbagai kegiatan gereja? Atau, kita bukan saja mengamati dan beridentitas 'Kristen', tapi benar-benar menyerahkan pikiran, tujuan, bahkan seluruh keberadaan untuk dipenuhi Roh Kudus, dan dengan begitu menjadi pelaku-pelaku dalam membangun Kerajaan Allah? Tuhan telah memilih, apakah kita bersedia untuk dipilih? Jika YA, maka lihatlah bahwa hidup berubah – secara total. Selamat mengalami hidup baru!
Roh Kudus mengubah yang lama menjadi baru. Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar