Mat 26:14-16 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Orang bisa berubah, kadang-kadang perubahannya adalah menjadi semakin buruk. Bayangkan, bagaimana perjalanannya Yudas Iskariot. Bukankah dia menyertai Yesus dengan segala pengajaran dan tanda serta mujizat-Nya? Bukankah apa yang diajarkan oleh Yesus telah mengubah murid-murid lain, bahkan Petrus mengenali-Nya sebagai Mesias – ini semua diketahui oleh Yudas. Tidakkah dia ingat betapa Yesus naik ke atas gunung dan di sana Ia berubah, lantas disambut oleh Musa dan Elia? Semua tanda telah dilihat dan dialami Yudas. Pikiran yang paling sederhana pun menyimpulkan bahwa Yesus adalah sosok yang mulia, melebihi manusia biasa.
Tapi, Yudas pergi meninggalkan teman-temannya. Ia pergi dari komunitasnya, untuk menemui musuh-musuh-Nya. Ya, Yudas berkhianat, walaupun sudah melihat dan mengetahui semua hal yang besar dan ajaib dari Tuhan Yesus. Apakah yang membuat Yudas pergi? Kita tidak tahu persis. Ada yang mengatakan, bahwa Yudas melihat kesempatan untuk mendapatkan untung besar, maka inilah pertanyaannya: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Tetapi, bisa juga ini hanya suatu pembuka, karena Yudas ingin melihat Yesus melepaskan kuasa-Nya melawan Imam dan penjajah Romawi.
Apapun juga, Yudas ingin memainkan kisahnya sendiri. Dia ingin mendapatkan keuntungan lebih, ingin melihat kepentingannya terpuaskan. Dia bersedia menukarkan apa yang dilihatnya penting, demi sesuatu bagi dirinya sendiri. Inilah hal yang mengubah orang, sekalipun dia adalah murid langsung dari Tuhan Yesus. Perhatikan betapa besarnya bahaya itu! Jika Yudas yang sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri segala sesuatu mengenai Yesus, tetapi masih juga memilih untuk menguntungkan diri sendiri – apakah kita kebal dari keinginan untuk mendapat untung yang sama?
Kenyataannya, saat ini banyak orang Kristen yang memanfaatkan kekristenannya. Dari semula mengagumi Kristus, kita beralih ke tujuan-tujuan mencari keuntungan sendiri, dari segala berkat yang disediakan TUHAN. Lantas kekristenan kita menjadi sumber keuntungan, karena kita bisa berbisnis dengan nilai yang besar. Jika orang mau membayar kita milyaran untuk menjatuhkan kekristenan, untuk menghentikan penginjilan, untuk melemahkan kebenaran Alkitab – maukah kita menerimanya? Lihatlah Yudas. Hidupnya berubah secara drastis, dari salah seorang rasul menjadi pengkhianat.
Biarlah kesetiaan tetap beserta kita. Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar