Minggu, 24 Januari 2010

Angin Badai

2 Raj 2:11-12 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Elisa adalah seorang yang kuat dan perkasa. Bayangkan, ketika pertama kali Elia melihatnya, Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu – itu berarti 24 ekor lembu yang dipasang bersisian, diikat dengan kuk dan tali, serta kayu untuk membajak. Kalau bukan seorang petani yang sangat kuat, bagaimana mungkin melakukan hal semacam itu? Tetapi, Elisa juga adalah seorang yang taat dan setia, saat ia mendapati nabi Allah menjumpainya maka Elisa segera meninggalkan pekerjaannya, meninggalkan ayah dan ibunya, kemudian melayani Elia dengan baik. Demikianlah hubungan antara Elia dan Elisa terbina selama beberapa tahun.

Pernahkah kita melayani seorang hamba Tuhan yang besar, sehingga kita juga turut memahami visi dan tujuan-tujuan Allah di atas dunia? Dalam satu aspek, mungkin kita juga adalah seorang yang kuat dan perkasa. Barangkali kita memiliki kepandaian dan pengetahuan yang luas dan mendalam. Barangkali kita punya koneksi dan relasi yang berpengaruh, serta memiliki kepemimpinan yang luas bagi banyak orang. Itu adalah peranan Elisa sebelumnya – yang kemudian ia tinggalkan saat menemui nabi TUHAN. Tidak jarang, sekarang ini juga ada orang-orang sukses yang meninggalkan karyanya, agar bisa melayani TUHAN dengan mengikuti seorang hamba Tuhan.

Hubungan itu berjalan baik, tetapi pada akhirnya kita mengerti bahwa yang terpenting bukanlah diri hamba Tuhan itu. Bukan diri nabi Allah. Bagi Elisa, bukan diri Elia. Yang terpenting adalah Dia yang dilayani oleh Elia, oleh nabi Allah, atau oleh hamba Tuhan. Untuk itu, yang terutama adalah mendapatkan bagian dari apa yang semula dimiliki Elia, bahkan Elisa mengharapkan dua kali lipat Roh TUHAN yang ada pada Elia. Adakah kita juga mengharapkan Roh TUHAN dua kali lipat menguatkan kita, bekerja di dalam kita? Elisa tahu bahwa ia harus menghadapi situasi yang sulit, dua kali lebih berat daripada Elia. Itu telah menjadi nubuat yang diberikan kepada Elia, bahwa Elisa harus menyandang pedang dan melawan kekafiran bangsanya!

Itulah saat yang dahsyat dalam diri Elisa, ketika ia melihat bagaimana angin badai mengangkat Elia. Api dan angin badai adalah perwujudan dari TUHAN sendiri. Dia kehilangan Elia sebagai bapanya. Bangsa Israel kehilangan Elia sebagai kereta Israel dan orang yang berkuda. Tetapi hari itu Elisa mendapatkan apa yang dimintanya, dan kehidupan Elisa pun sejak saat itu berubah total. Kehidupan baru yang dimulai dengan dukacita, sampai Elisa merobek pakaiannya sendiri, sekaligus mengalami betapa kuasa Roh TUHAN berkuasa dua kali lipat dalam dirinya. Hal ini terulang kembali dari jaman ke jaman, ketika seorang pelayan nabi menjadi Nabi itu sendiri, saat seorang pelayan pendeta menjadi Pendeta yang bekerja dua kali lebih besar daripada yang semula dilayaninya.

Kita kehilangan, sekaligus mendapatkan apa yang lebih besar daripada ia yang pergi. Terpujilah TUHAN!

Tidak ada komentar: