Ul 31:23 Kepada Yosua bin Nun diberi-Nya perintah, firman-Nya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau."
Ketika ia lahir, bangsanya adalah budak-budak yang ditindas dalam sebuah negara adikuasa, Mesir. Satu-satunya pengharapan yang menghibur bangsa itu adalah ingatan tentang Allah leluhur mereka, Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub – mereka yang telah menerima Perjanjian dengan kuasa Ilahi. Tetapi, semua itu terjadi beratus tahun lalu sedangkan realita kehidupannya adalah penindasan dan penganiayaan yang tidak tertahankan. Semua itu begitu berat, sampai tibalah Musa, orang Ibrani yang dikenal sebagai pangeran Mesir yang terbuang itu, dan melalui serangkaian peristiwa hebat membawa bangsa Israel keluar dari negeri yang besar itu.
TUHAN, memang dahsyat, tetapi berada bersama-Nya juga tidak mudah. Sejak Yosua menjadi bagian dari 10 pengintai ke negeri Kanaan, ia sudah mempunyai gambaran yang elok tentang kehidupan yang sejahtera di tanah Kanaan. Sayang, tidak semua pengintai setuju dengannya, malah hanya Kaleb yang setuju! Setelah itu mereka berbalik, berputar-putar selama 40 tahun di tengah gurun dan padang tandus. Perlahan-lahan, semua yang dikenalnya sejak keluar dari Mesir, mati satu per satu. Itu pengalaman yang tidak mudah, sekalipun bagi seorang yang percaya. Allah itu hebat, dahsyat, tapi juga mematikan.
Dan kini, Yosua tidak muda lagi. Musa yang dilayaninya pun sudah menjadi amat tua. Nampaknya ia tidak sanggup lagi membawa bangsa itu berbaris masuk ke Tanah Perjanjian – inilah saat ketika Yosua menerima firman itu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Bayangkan kesulitannya! Ingatlah kengeriannya! Ini bukan tugas yang mudah diterima oleh seorang manusia, kecuali ia menguatkan dan meneguhkan hati. Di seluruh pernyataan yang berkaitan dengan tugas bagi Yosua, kata-kata ini selalu diungkapkan. Yosua bahkan diperintahkan untuk menguatkan dan meneguhkan hatinya.
Ada tiga hal yang bisa kita pelajari. Yang pertama, bagi Yosua tugas ini tidak mudah dan TUHAN tahu ia merasa gentar, merasa lemah dan rapuh. Itulah sebabnya Firman TUHAN memerintahkan untuk menguatkan dan meneguhkan hati. Yang kedua, tugas ini mengubah kehidupan Yosua secara drastis – dari seorang pelayan menjadi pemimpin yang membawa bangsa yang besar, melalui saat-saat yang menggetarkan hati yang lemah. Yang ketiga, satu-satunya cara untuk menjadi kuat dan teguh hati adalah dengan sepenuhnya mempercayai Allah, bahwa Dia menyertai di setiap langkah. Bagi setiap orang yang mengalami perubahan, yang menerima tugas yang berat menakutkan, ketiga hal ini juga menjadi penghiburan. Tuhan tahu kita lemah. Tuhan tahu perubahan ini menakutkan. Dan Tuhan tahu, harapan kita hanya bergantung pada kenyataan bahwa Tuhan menyertai.
Imanuel! Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar