Kej 41:39-40 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
Bagi seorang manusia, pencarian kekuasaan seringkali menjadi tujuan utama. Ada orang yang meniti karir dan pengaruhnya sejak muda, sehingga ia menjadi semakin besar dan semakin berkuasa. Semakin tinggi kedudukannya, semakin keras pula upaya untuk menjaga kelangsungan kekuasaan yang dimilikinya. Atau seandainya kekuasaan itu tidak bisa dipegang seterusnya, tidak jarang orang berusaha mengambil keuntungan dari apa saja yang bisa diusahakan – selagi masih ada kekuasaan. Tetapi bagi orang lain, kehidupannya adalah bau busuk penjara, di tempat di mana manusia dikerangkeng seperti binatang, bahkan juga diperlakukan sebagai binatang. Jangankan berkuasa; bisa bertahan hidup satu hari lagi saja sudah bagus.
Begitulah hari-harinya Yusuf, selama bertahun-tahun ada di penjara tanpa diadili, ada di kurungan bawah sebagai mahluk yang tidak berarti dan tidak diinginkan. Yusuf sudah membantu, dia menolong sesama tahanan mengartikan mimpinya – dan apa balasannya? Yusuf terlupakan sampai 2 tahun lamanya, padahal ia sudah membuat hal yang luarbiasa yaitu dengan tepat menafsirkan mimpi. Baru setelah Firaun bermimpi dan tidak ada seorangpun yang mampu menafsirkan, nama Yusuf diingat. Hanya setelah urusan mimpi menjadi krisis nasional, terbukalah peluang bagi tahanan yang akrab dengan bau penjara – dan dalam waktu yang tidak lama, Yusuf menerima kuasa.
Apakah Yusuf yang hebat? Bukan, tetapi Firaun melihat dengan jelas bahwa orang yang bernama Yusuf ini memiliki Allah yang berkuasa, yang memberikan akal budi dan kebijaksanaan melebihi semua orang lain. Sebagai manusia, Yusuf tidak meniti karir dan pengaruh – menjadi orang tahanan berarti menjadi orang yang terlupakan. Siapa yang mau mengingat nama seorang tahanan? Ini juga menjadi pengalaman banyak orang di jaman sekarang – dunia yang sibuk, yang diskriminatif, dan yang dengan mudah melupakan nama. Siapa yang mau mengingat nama kita, nama saya atau nama Anda? Tetapi, kuasa datang bukan dari nama kita, melainkan dari penyertaan Allah.
Ketika penyertaan Allah menjadi nyata di hadapan orang, maka tidak ada yang dapat meremehkan kuasa itu. Ketika orang melihat kuasa Tuhan bekerja dalam diri seseorang, maka orang itu menjadi penting. Ada yang berupaya keras membangun kekuasaannya – tapi begitu diperhadapkan dengan kuasa Tuhan, apapun yang dibuat manusia menjadi tidak berarti. Terlalu kecil untuk diperbandingkan, sekalipun oleh seorang Firaun yang disembah bagaikan dewa oleh rakyatnya. Demikianlah kita belajar, bahwa kuasa Tuhan juga memberikan kehidupan baru kepada Yusuf, kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Renungkanlah: sekalipun hidup kita sekarang dilupakan orang, tetapi di dalam Tuhan apapun dapat menjadi kenyataan. Kuasa Tuhan begitu besar, bersama Dia tidak ada yang mustahil!
Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar