Kej 8:15-17 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi."
TUHAN memiliki kuasa untuk menekan tombol 'Reset' atas ciptaan-Nya. Demikianlah kita mengenal penuturan tentang dunia di jaman Nuh, itulah sebuah dunia yang penuh dengan kejahatan. Keadaan dunia begitu buruk, sehingga akhirnya tidak ada lagi gunanya untuk diteruskan apa adanya. Orang mungkin bertanya, "mengapa Allah tidak melakukan sesuatu sebelum keadaan menjadi begitu buruk?" Tapi itulah akibat langsung dari dosa, yaitu manusia mau menentukan sendiri apa yang baik dan jahat, mau memilih sendiri jalannya tanpa kehadiran Tuhan – betapa pun ketika manusia ada dalam kesulitan, mereka mencari Tuhan!
Kejahatan itu sendiri berarti tiadanya kebenaran, dan orang tidak lagi memikirkan mengenai kebaikan – kecuali mungkin kebaikan bagi dirinya sendiri. Maka, ketika TUHAN membuat segalanya musnah, yang benar-benar hilang adalah keramaian dan kekacauan yang memenuhi bumi. Dunia dibersihkan, itulah yang dilihat Nuh ketika melangkah keluar dari bahtera itu. Satu demi satu mereka keluar dan mendapati dunia yang kosong, suatu tempat untuk mulai diisi, dipenuhi. Baik binatang yang terbang di udara atau binatang yang melangkah di bumi, semuanya berjalan keluar dan menemukan tempatnya sendiri untuk berkembang biak. Tuhan menginginkan mereka berkembang dan bertambah banyak di bumi.
Kadang, Tuhan juga melakukan hal yang serupa dalam kehidupan kita. Suatu ketika, kehidupan kita begitu buruk, begitu jahat – tidak ada gunanya, kumpulan kesia-siaan. Karena Tuhan begitu menyayangi kita, Ia menekan tombol reset dalam kehidupan kita, dan tiba-tiba saja kita kehilangan segalanya. Mungkin, kebakaran itu telah memakan semuanya. Barangkali, kejahatan itu telah merampas semua hasil usaha kita. Dunia kita yang tadinya kacau dan hiruk pikuk, tiba-tiba saja menjadi kosong. Apa yang sudah dibangun bertahun-tahun, lenyap begitu saja dalam waktu yang relatif singkat. Kita melihat, bahwa yang tersisa hanyalah diri kita sendiri – dan itu membuat kita frustasi.
Ingatlah Nuh! Semua yang dibanggakan manusia, kini lenyap. Tetapi kekosongan itu bukan sesuatu untuk ditangisi, sehingga melumpuhkan mental dan pikiran – tidak sanggup melangkah lagi. Bukan! Sebaliknya, Tuhan menginginkan kita mengisi dengan kehidupan baru. Dia mau kita berkembang, dan mengisi segalanya sesuai dengan rancangan-Nya. Dia mau kita membuat perbedaan, mengisi apa yang dari dahulu seharusnya ada di sana. Tuhan mau kita berkembang, mengisi relung-relung hampa, supaya kita memuliakan TUHAN, Allah semesta alam. Itulah bagian kita. Itulah jalan kita.
Berkembanglah! Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar