Kel 3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
Sebelum ini, Musa adalah orang yang menyedihkan. Bayangkan, ia memulai masa kecilnya dengan luar biasa, dari anak ibrani yang harusnya dibuang, justru dibesarkan di istana Firaun. Di sana ia mendapatkan pelajaran terbaik, latihan terbaik, ilmu terbaik – sebab itu sendirian saja ia bisa membunuh orang mesir, juga mengusir gembala-gembala di tanah Midian yang mengganggu gadis-gadis itu. Tetapi kasus pembunuhan terhadap orang Mesir adalah hal yang serius, maka Musa meninggalkan 40 tahun masa hidupnya sebagai pangeran Mesir dan melewati 40 tahun berikutnya sebagai gembala Midian.
Kadang-kadang, kehidupan kita juga begitu. Mulainya baik sekali, namun tiba-tiba kita terpuruk dan harus melalui suatu masa yang keras, sukar, dan sangat berat. Apa yang sudah diusahakan dan dicapai dalam puluhan tahun, tiba-tiba lenyap. Maka kita terpaksa pindah ke tempat lain, mengambil pekerjaan kasar dan jauh dari kenikmatan semula. Menjadi gembala kira-kira setara dengan menjadi buruh kasar di jaman modern, sebagai pekerja di tingkat paling bawah yang kerjanya paling berat dan gajinya paling minim. Sesuatu yang dikerjakan hanya karena tidak ada lagi yang dapat dikerjakan oleh seorang asing ditengah-tengah suku peternak – sekalipun orang asing itu adalah bekas pangeran di Mesir!
Perhatikanlah: selama 80 tahun, Musa tidak tahu bahwa ia disertai TUHAN. Sejak hidupnya di istana Firaun, ia menganggap kehidupan adalah urusannya sendiri; ia tahu dewa-dewa mesir dan juga tahu sesembahan bangsa lain, namun ia tidak memiliki pengenalan akan TUHAN sebelum pertemuannya di hari yang bersejarah ini. Tetapi TUHAN mengenalnya, bahkan menyertainya, sampai tiba waktu bagi TUHAN untuk mengutus Musa. Di saat itulah Musa tahu, Allah menyertainya – bersamanya dalam segala kekejaman pembunuhan, dalam kepahlawanan mengusir gembala-gembala pengganggu, dan dalam hidupnya di usia tua, yang membawanya dalam semak yang menyala tapi tidak terbakar.
Penyertaan Allah diikuti oleh pengutusan, demikianlah Musa diutus untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Tanda penyertaan Allah bukan kedahsyatan tulah di Mesir. Bukan kehebatan luarbiasa ketika laut Merah terbelah dua. Tanda penyertaan Allah adalah saat Musa telah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan beribadah di gunung Horeb. Di kala segenap bangsa Israel berlutut menyembah Allah, itulah tanda yang jelas bahwa Musa adalah utusan-Nya. Sebelum hari perjumpaan dengan TUHAN, Musa tidak melihat apa-apa. Setelah hari itu, hidup Musa tidak pernah sama lagi. Itulah yang diberikan oleh penyertaan TUHAN!
Pegang tangan-Nya! Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar