Kej 24:58 Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau."
Dari jaman dahulu, menjadi anak gadis perawan yang sangat cantik parasnya, bukan hal yang sederhana atau mudah. Kalau cantik, banyak laki-laki muda yang melihat dan mengharapkannya. Kalau laki-laki itu kasar dan semena-mena, mungkin ia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang dikehendakinya, yang berarti celaka bagi gadis itu. Berapa banyak anak gadis jaman sekarang yang dirusak oleh laki-laki yang memaksakan kehendaknya, di dorong oleh nafsunya? Kehidupan seperti apa yang dimiliki oleh para gadis yang cantik rupawan, yang dilirik dan diinginkan? Tetapi Ribka dahulu berjalan, mengisi buyung airnya, dan hendak naik kembali. Hamba Abraham, yang baru saja berdoa meminta petunjuk, berlari untuk meminta air.
Kalau gadis lain, didatangi dengan cara demikian mungkin akan marah. Siapa dia, orang asing yang meminta air? Namun Ribka memberikannya, bahkan memberi minum juga unta-unta itu, sesuai tanda yang diminta hamba Abraham kepada Allah. Dia menjadi seorang gadis yang tidak perlu melindungi dirinya secara berlebihan – betapapun pasti sudah punya pengalaman dengan laki-laki yang memandangnya dengan kagum, terpesona oleh kecantikan Ribka. Pertemuan dengan hamba adalah suatu peristiwa penting. Itu adalah tanda yang diberikan TUHAN, sebagai hal yang istimewa yang dipersiapkan-Nya. Mungkinkah saat itu Ribka juga mengetahui, bahwa pengalamannya hari itu menandai perubahan dalam kehidupannya? Belajarlah dari Ribka – baginya, satu-satunya kepastian hanya ada pada keyakinan, karena dalam cerita lain bisa saja si hamba itu adalah penyamun yang menyamar!
Ribka memilih untuk pergi bersama orang itu. Setelah semua penuturan tentang Abraham dan sumpah yang dibuat hamba Abraham, setelah penjelasan mengenai tanda yang diminta – Ribka percaya bahwa inilah jalan yang harus ditempuhnya. Bagi si hamba itu, keberadaan Ribka hanyalah tanda betapa TUHAN menyertai Abraham, tuannya. Tetapi bagi Ribka, tanda itu diberikan bagi dirinya, untuk memasuki suatu kehidupan baru yang belum dikenalnya. Ini adalah suatu penegasan – walaupun kalau diperhatikan, sebenarnya diri Ribka sendirilah yang menjadi tanda! Berikutnya adalah emas yang diterimanya. Ribka tidak tahu ketika ia memberi minum, tetapi emas yang menjadi gelangnya adalah tanda lain.
Apakah kita mau mengikuti tanda yang diberikan oleh TUHAN? Kebanyakan orang lebih dahulu memikirkan resikonya – justru disinilah iman berperan. Ketika kita melihat berbagai hal terangkai di depan kita dan menunjukkan jalan yang harus ditempuh, apakah kita lebih memusingkan soal perubahan dan ketidakpastian di masa depan? Memang ada kemungkinan, semua yang terlihat adalah manipulasi dan rekayasa yang berujung pada kerugian dan celaka. Namun kita lebih mempercayai bahwa TUHAN melindungi kita dan membuka jalan di depan. Melangkah bersama-Nya adalah kepastian keamanan yang lebih baik dibandingkan pengetahuan tentang masa depan itu sendiri. Jadi, maukah kita pergi bersama Dia?
Mau? Terpujilah TUHAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar