Ef 3:1-3 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.
Bagi Paulus, kehidupannya adalah kehidupan orang Yahudi. Seumur hidup ia diajari mengenai TUHAN dan Hukum Musa, sampai menjadi orang farisinya orang farisi. Mereka belajar membedakan orang, memisahkan diri berdasarkan keturunan. Antara Yahudi dan Samaria saja, ada pemisahan yang cukup besar, sampai orang Yahudi tidak bicara dengan orang Samaria walaupun sebenarnya masih ada hubungan kekerabatan. Apalagi dengan bangsa-bangsa lain, kecuali dengan Romawi yang telah datang menjajah Yudea dan Galilea. Tetapi, sekarang Tuhan menugaskan Paulus ke bangsa-bangsa bukan Yahudi, bahkan sampai ke Asia jauh, dan sampai ke Efesus.
Memikirkan kebiasaan Paulus, rasanya cukup pantas kalau ada sejumlah kemudahan, bukan? Cukup susah untuk mengubah cara pandang dalam memperlakukan orang. Ingat saja, dibutuhkan satu perang saudara di Amerika untuk menghapus perbudakan, dibutuhkan demonstrasi dan jiwa martir Martin Luther King untuk mengajukan kesetaraan, dan butuh waktu puluhan tahun sebelum seorang negro diterima sebagai Presiden Amerika Serikat. Butuh waktu lama bagi manusia untuk menerima keberadaan manusia lainnya, yang selama berabad-abad dipandang lebih rendah. Bagaimana Paulus diharapkan bisa mengubah cara pandangnya dalam waktu singkat?
Jika kita berpikir Paulus mendapatkan kemudahan, kita keliru. Sebaliknya dari mudah, Paulus dipenjara, dan dari sanalah ia menuliskan surat untuk jemaat di Efesus ini. Apakah ia memohon pertolongan? Tidak. Apakah Paulus menyuruh orang membuat hidupnya lebih nyaman? Tidak!
Sebaliknya, Paulus bangga ia dipenjara karena Kristus Yesus. Ia tahu dirinya mengalami semua kesulitan itu untuk orang-orang bukan Yahudi; mereka yang dahulu dipandang rendah, tidak sederajat secara rohani, disebut kafir dan fasik -- mereka yang dahulu bahkan tidak pernah disapa Saulus. Kini Paulus dipenjara untuk orang-orang bukan Yahudi, seperti untuk orang Efesus, juga untuk kita semua, orang-orang yang tidak mengenal Allah. Berubah menjadi mau berbicara dan melayani orang yang dianggap rendah adalah satu hal, sedangkan sampai dipenjara untuk itu adalah hal lain.
Mengapa Paulus melakukannya? Pertama-tama, ia menerima wahyu dari Allah, menerima Firman Tuhan. Paulus tidak mengikuti pendapat dirinya atau orang lain -- tidak ada yang berpendapat demikian -- sebaliknya ia menunjukkan kepada para penatua di Yerusalem bagaimana Allah bekerja di antara orang-orang bukan Yahudi. Yang kedua, Paulus mengerti rahasia yang tersembunyi bagi orang Yahudi, yaitu bahwa Allah juga menyelamatkan bangsa-bangsa lain berdasarkan kasih karunia. Rahasia ini tersembunyi selama berabad-abad sejarah Israel, yang selama itu memandang bangsa lain sebagai sumber dosa -- bukankah dahulu Allah memerintahkan untuk membinasakan bangsa Kanaan secara total, supaya orang Israel jangan menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan Hukum Taurat? Bukankah Salomo yang penuh hikmat itu jatuh karena istri-istrinya yang asing, yang membawa penyembahan berhala di Israel, sampai akhirnya negara besar ini pecah? Bukankah dahulu orang Israel yang kembali dari pembuangan di masa Ezra dan Nehemia, telah menceraikan dan mengusir istri bangsa asing mereka, supaya kembali ada pemurnian? Bukankah selama empat ratus tahun, bangsa Israel telah menjadi bangsa yang tertutup, yang dengan ketat mengikuti Hukum Taurat, membentuk adat istiadat baru yang keras dan memunculkan orang-orang farisi? Orang Israel tidak tahu rahasia ini.
Rahasia, bahwa Tuhan juga mengasihi bangsa-bangsa lain. Bahwa ada keselamatan bagi segala bangsa, yang sebenarnya adalah manusia juga, yang diberi jalan dan kemampuan untuk percaya kepada Yesus Kristus, TUHAN. Jika kita sekarang bisa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, ini adalah hasil dari pembukaan rahasia besar. Ini adalah hal yang indah dan besar dan tidak terbayangkan pada masa kehidupan Rasul Paulus. Sedemikian hebat dan besarnya, sehingga Paulus mau menempuh apa saja untuk mengambil bagian dalam mengungkapkan kebenaran, untuk membawa Injil kepada pelosok terjauh yang dapat dijangkaunya. Apa yang dimulai Paulus diikuti oleh Rasul lain, yang membawa Injil sampai jauh ke India dan Cina, ke seluruh dunia kuno -- sampai ke seluruh dunia kita.
Kita sekarang tidak lagi mengenal pembedaan Yahudi dan bukan Yahudi, dan mungkin kita tidak lagi bisa menghargai betapa hebat perubahan yang telah terjadi. Bagaimanapun juga, perubahan itu ada, dan kalau kita benar-benar memahaminya, kita juga bisa belajar untuk melayani semua orang yang tidak sama dengan kita, sebagai manusia yang juga dikasihi Allah. Kasihilah sesamamu manusia, dan beritakanlah kabar keselamatan itu kepada mereka.
Terpujilah TUHAN!
Salam kasih,
Donny
Tidak ada komentar:
Posting Komentar