Ef 3:4-6 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Seberapa banyak yang telah kita baca dari surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus? Sudahkah kita membacanya dari awal sampai akhir? Sudahkah kita menikmati setiap kata-kata, yang dituliskan dengan hati-hati dan indah sejak guratan pertamanya? Rasul Paulus tidak menulis surat ini dengan sembarangan. Ia tidak mengerjakan sebuah surat seperti hanya curahan hati dari orang yang dipenjara, atau seperti sebuah novel untuk memikat pembaca. Rasul Paulus menuliskan sesuatu pokok yang sangat penting, yang telah diungkapkan tanpa tedeng aling-aling sejak kalimat pertama -- tidak banyak basa basi, tidak ada ungkapan curahan hati, atau keluhan tentang diri sendiri. Ia memakai kesempatan pertama menulis surat kepada jemaat di Efesus ini untuk mengungkapkan suatu rahasia, bahkan suatu rahasia yang BESAR.
Jika belum sempat membacanya, berhentilah sekarang dan baca kembali surat dari Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus. Dan kalau mau mengikuti renungan mengenai surat ini, boleh mengunjungi blog kami, http://renungan-sehari.blogspot.com. Kalau sudah, mari kita lanjutkan.
Sebuah rahasia diberikan dalam bentuk pasangan, yaitu pengungkapan rahasia dan pengertian untuk memahami rahasia itu. Jika rahasia hanya diungkapkan begitu saja, orang yang membacanya atau mendengarnya tidak dapat memahami. Ini seperti kode enkripsi: orang membuat kode-kode yang menyembunyikan informasi, sehingga tidak dapat diketahui orang lain. Jika hanya mendapatkan kode-kode saja, orang memiliki rahasia tetapi tidak mampu memahaminya. Tentu saja ada berbagai metode yang mungkin dilakukan untuk memecahkan kode-kode, yaitu dengan memahami bagaimana orang biasanya membuat kode. Dengan berbagai metode matematika dalam bidang cryptology (atau disebut juga cryptography), ada aturan-aturan mendasar mengenai cara menyembunyikan kata-kata, juga cara untuk mengungkapkannya kembali. Sekali metodenya dapat ditentukan, komputer bisa disuruh untuk mencoba berbagai kombinasi kunci rahasia yang mungkin ditaruh, sampai akhirnya seluruh informasi dapat diungkapkan. Tetapi, metode enkripsi dalam cryptology juga berkembang sehingga pengungkapan jauh lebih sukar untuk dilakukan. Cara yang paling baik adalah mendapatkan pengertian yang benar sebagai pasangan informasi rahasia yang telah disampaikan, dari orang yang mengetahuinya.
Yang hebat dalam surat ini adalah, bagian awal merupakan kunci, suatu pengertian yang benar sebagai pasangan informasi rahasia yang telah disampaikan sebelumnya, yang terkandung dalam Firman Allah. Keajaiban besar dari rahasia Allah adalah, bahwa sejak semula TUHAN telah mengungkapkan maksud dan rancangan-Nya kepada manusia, dalam setiap Firman dan nubuat yang disampaikan melalui para nabi. Rahasia itu sendiri tersimpan dengan baik, tersembunyi dalam setiap nubuat dan pengajaran. Ajaibnya pula, sekalipun manusia tidak memiliki pemahaman untuk mengerti rahasia TUHAN, Firman Tuhan yang telah disampaikan memiliki otoritas untuk mengatur dan menyusun umat Allah serta kehidupan seperti yang TUHAN inginkan. Bangsa Israel selama berabad-abad mengikuti Firman Allah, membentuk budaya dan identitas Yahudi sebagai umat Allah yang dengan sejarah panjang dan menyedihkan dalam pembuangan, sampai kembali lagi dan belajar untuk sungguh-sungguh mentaati Hukum Musa. Orang-orang Israel memiliki rahasia itu, dapat membaca nubuat di dalamnya, tetapi mata mereka tidak melihat dan telinga mereka tidak mendengar. Rahasia itu tetap tersembunyi, bahkan ketika Yesus telah hadir dan mengerjakan karya-Nya di antara orang Yahudi. Bukankah berulang kali Yesus tidak mengajar dengan penjelasan penuh, melainkan memakai perumpamaan?
Sampai genaplah karya Tuhan, ditutup dengan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga sambil dipandangi oleh murid-murid-Nya. Setelah Roh Kudus datang, mulailah rahasia itu diungkapkan -- sesuatu yang tidak pernah diberitakan di jaman sebelumnya, di "angkatan-angkatan dahulu", kini diberikan kepada murid-murid Kristus, juga kepada Rasul Paulus. Kini Roh telah menyatakan rencana semula yang telah ditetapkan TUHAN, yaitu bahwa karya keselamatan bukan hanya tersedia untuk orang Yahudi saja, melainkan juga bagi semua orang lain, semua bangsa lain. Rahasia ini sukar dipahami, karena pada awalnya Firman Allah seolah-olah membentengi bangsa pilihan dari bangsa-bangsa lainnya serta memisahkan manusia berdasarkan keturunan darah dagingnya. Hanya pendalaman Firman yang teliti yang mengungkapkan bahwa sejak awal mula, Tuhan memberikan kesempatan dan kasih karunia kepada bangsa-bangsa lain.
Rahasia inilah yang diungkapkan oleh Rasul Paulus, yang dituliskan dalam surat ini. Adalah suatu keadaan yang sangat istimewa dan sangat khusus, jika semua bangsa dapat turut menjadi ahli waris dan anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. Jika kita hari ini -- yaitu kita yang bukan orang-orang Yahudi -- dapat turut ambil bagian dalam kasih karunia TUHAN, itu adalah keadaan yang sangat istimewa dan sangat khusus. Sayangnya banyak orang yang bukan Yahudi tidak dapat memahami apalagi mengapresiasi keistimewaan besar ini, jadi menganggap kekristenan sebagai suatu hal yang biasa saja. "Agama Kristen" menjadi suatu pilihan di antara agama-agama lainnya, tidak ada istimewanya kalau orang bisa menjadi seorang pengikut Kristus, yaitu seorang Kristen.
Semua agama lain diadakan melalui pemberitaan, penerimaan, dan konversi berdasarkan hak asasi manusia. Dalam piagam Hak Asasi Manusia, hak untuk memilih kepercayaan merupakan hak mendasar pertama yang melekat pada setiap manusia merdeka. Dalam prakteknya, hak inilah yang paling banyak dilanggar, karena jika seseorang telah masuk sebagai anggota dari suatu agama tertentu, ia tidak dapat mengubah agamanya tanpa menimbulkan hukuman, atau paling sedikit konflik, dari anggota agamanya. Sudah umum terjadi dalam suatu tempat, penganut agama mayoritas akan menerapkan standar ganda dalam hal pemberitaan, penerimaan, dan konversi. Jika ada penganut agama atau kepercayaan lain mau mendengar pemberitaan agama mayoritas, mau menerimanya, serta mau berubah menjadi penganut -- itu dianggap sebagai bukti pelaksanaan Hak Asasi Manusia, sekalipun dibalik proses itu ada intimidasi dan manipulasi. Sebaliknya, pemberitaan dari agama minoritas merupakan suatu pelanggaran, penerimaan ajaran agama lain merupakan tindakan murtad yang harus dihukum, dan konversi dari agama mayoritas ke minoritas merupakan kejahatan yang harus dihukum.
Tidak heran, jika ada dua wilayah dengan perbedaan agama sama-sama menerapkan standar ganda di wilayahnya, dapat timbul konflik dan mengarah kepada perang yang panjang dan berdarah-darah atas nama agama. Semakin rendah pendidikan masyarakat, semakin picik dan sederhana kepercayaan, dan semakin kuat suara para penghasut yang fanatik, semakin hebat pula perangnya. Agama Kristen memiliki sejarah yang juga berdarah-darah, banyak jiwa yang melayang karena standar ganda dan "penerapan hukum" yang bisa kita sebut sesat! Seolah-olah bisa menjadi Kristen adalah pilihan bebas yang dapat diambil manusia.
Bacalah kembali surat Efesus, maka kita bisa melihat bahwa untuk menjadi pengikut Kristus tidak dapat hanya merupakan pilihan manusia. Orang tidak dapat menerapkan Hak Asasi Manusia dalam hal menjadi Kristen, karena manusia yang berdosa tidak berhak untuk menuntut kembali kepada TUHAN, Allah semesta alam. Menjadi anak-anak TUHAN bukanlah Hak Asasi Manusia, melainkan kasih karunia Allah. Tetapi ketika orang terpilih untuk menjadi pengikut Kristus, ada kuasa Roh Kudus yang memeteraikan dan memberikan kuasa yang melampaui semua akal dan pikiran manusia.
Ketika kita sungguh-sungguh memahami rahasia ini, sudah sepatutnya kita sungguh-sungguh bersyukur kepada TUHAN. Jangan anggap enteng atau biasa saja, jika kita boleh menjadi orang percaya yang mengikuti Kristus. Juga merupakan suatu kebanggaan, sebuah anugerah, jika kita boleh turut memberitakan Injil kepada orang-orang, sehingga mereka yang telah ditetapkan-Nya dapat terus mengikuti-Nya sesuai rencana dan kehendak Tuhan. Baiklah kita menyadari dan menghargai karunia ini, sehingga kita berperilaku dan berkata-kata dengan kesadaran dan hikmat, tidak berbuat atau berbicara sembarangan, supaya kehidupan kita menjadi kesaksian hidup karya Tuhan.
Terpujilah TUHAN!
Salam kasih,
Donny
Tidak ada komentar:
Posting Komentar