Rabu, 05 Januari 2011

Renungan Sehari - 5 Januari 2011

Ef 1:9-10 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 

Di dalam TUHAN ada rahasia. Sebagaimana semua rahasia lainnya, hal ini tidak dapat hanya dirasakan, atau dialami, atau menjadi pengetahuan. Rahasia adalah sesuatu yang tersembunyi, yang harus dipahami oleh hikmat dan pengertian -- apalagi kalau rahasia ini menyangkut sesuatu yang sangat besar. Ini adalah rahasia tentang masa depan Sorga dan bumi. Tidak ada seorangpun yang luput dari rahasia ini, bahkan jauh sebelum hari-hari yang dinubuatkan terjadi, rahasia itu sendiri telah mengubah kehidupan banyak orang. Sungguh rahasia besar! Rahasia apakah itu, dan masihkah tetap disebut 'rahasia' jika dinyatakan?

Jangan keliru; TUHAN tidak memberikan rahasia ini bagi semua orang. Pernyataan tentang rahasia ini terbatas hanya bagi anak-anak yang menerima kasih karunia-Nya di dalam Kristus, sesuai dengan rencana kerelaannya. Artinya, hanya bagi orang yang telah sepenuhnya percaya kepada Kristus, rahasia ini menjadi jelas dan dapat dipahami karena orang itu telah menyesuaikan diri dengan rencana yang Allah sukai -- itulah arti dari 'rencana kerelaan'. Kemuliaan bagi manusia adalah boleh mengerti rahasia ini, yang telah tersembunyi sejak pertama dunia dijadikan Allah. Ketika Ia menciptakan langit dan bumi, Ia juga telah merencanakan bagaimana akhirnya. Sebuah lingkaran penuh yang telah dibuat, melalui waktu yang amat sangat panjang hingga penggenapannya.

Kunci utama dari rencana TUHAN adalah Kristus. Di dalam Dia, Perjanjian yang pertama telah digenapi. Inilah rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan -- namun karya penebusan Kristus belum menjadi akhir dari semuanya. Orang-orang Kristen sejak gereja pertama telah belajar untuk menantikan penggenapan akhir jaman, karena mereka mengerti rahasia tentang langit dan bumi, sekalipun tidak ada seorang pun yang tahu kapan persisnya hari itu akan tiba. Mereka hidup dalam ketaatan dan ketekunan membangun Kerajaan Allah di bumi ini, hingga sekarang kita melihat bagaimana kekristenan telah meluas hingga ke ujung-ujung peradaban. Satu hal yang mereka pahami, dan seharusnya kita juga mengerti, adalah bahwa dunia ini terpisah dari Sorga. Kematian yang sesungguhnya adalah keterpisahan dengan TUHAN karena dosa -- demikianlah dunia telah dikuasai oleh dosa, di mana iblis berkuasa atas manusia yang terpisah dari Allah. Semua orang memang telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah!

Ketika Kristus mati di kayu salib, Ia memakukan dosa di atas tiang hukuman terkutuk. Upah dosa adalah maut, yang diambil alih oleh Kristus pada diri-Nya sendiri. Dosa telah dibayar, dilunasi, maka dosa tidak ada lagi. Ketika Kristus bangkit dari kubur, Ia mengalahkan kuasa maut baik atas diri-Nya maupun atas semua orang yang berada di dalam-Nya. Pikirkanlah satu kenyataan ini: bagi manusia dan segala mahluk lain yang hidup di dunia, kepastian dari kehidupan adalah kematian. Sebenarnya, kemanusiaan dan budayanya ditentukan oleh kematian: mulai dari kematian orang dekat yang dikasihi, kematian pahlawan, sampai kematian dari musuh-musuh. Karena hidup manusia dibatasi kematian, orang yang hidup merencanakan untuk memenuhi seluruh masa hidupnya. Renungkanlah: bukankah hidup kita adalah berjuang dalam masa-masa produktif kita, sebelum usia tua berkuasa dan akhirnya kita semua mati dan meninggalkan dunia? Semua orang sebenarnya telah mati dalam dosanya, namun ternyata Tuhan menetapkan kita sejak semula untuk menerima penebusan Kristus, Dia menjadi Juruselamat kita!

Rahasia dari Allah tidak dapat dimengerti, jika kita tidak memahami bahwa ada alternatif lain dari kematian. Sesungguhnya, kematian bukanlah suatu kepastian akhir dari hidup manusia! Inilah rahasia yang sejak dahulu dicari dan diselidiki oleh umat manusia -- tetapi para raja dan penguasa itu sama sekali keliru memahami arti dari panjang umur. Bagi manusia yang berkuasa, panjang umur bertujuan untuk menikmati kekuasaan dan kehormatan, serta segala kenikmatan dan kekayaan dunia sampai selama-lamanya. Mereka keliru karena masalahnya bukan hanya pada kematian, melainkan juga pada keadaan manusia ketika mereka menjadi tua. Lantas ada orang-orang yang mencari juga obat awet muda, menginginkan untuk tetap muda sampai selama-lamanya -- untuk tujuan egois yang sama. Semua ini menuju ke arah yang salah, karena kehidupan kekal hanya diberikan menurut kasih karunia Allah, untuk hidup bersama-sama dengan Allah.

Kehidupan kekal adalah bagian dari rencana kerelaan Tuhan, dimana pada akhirnya Sorga dan bumi disatukan, di mana Kristus menjadi Kepala segala sesuatu. Rencana ini pasti terlaksana pada waktu-Nya, bagi kita inilah kepastian yang sepenuhnya. Anak-anak Tuhan tidak lagi perlu mencari atau menyelidiki tentang bagaimana panjang umur dan awet muda, karena kita semua telah menerima hidup kekal dengan tubuh yang baru -- tubuh Sorgawi untuk hidup dalam kekekalan. Jika kita mengerti hal ini, bagaimana kita akan menjalani hidup di dunia sekarang ini?

Terpujilah TUHAN!

Salam kasih,
Donny

Tidak ada komentar: